Thursday, January 24, 2013

Barisan Nisan

matahari terlalu pagi mengkhianati
pena terlalu cepat terbakar
kemungkinan terbesar sekarang adalah memperbesar kemungkinan pada ruang ketidak-mungkinan
sehingga setiap orang yang kami temui tak menemukan lagi satu pun sudut kemungkinan untuk berkata "Tidak mungkin"
tanpa darah mereka mengering
sebelum mata pena berkarat, menolak kembali terisi
sebelum semua paru disesaki tragedi
dan pengulangan menemukan maknanya sendiri
dalam pasar dan semerbak deodorant
atau mungkin dalam limbah dan kotoran
atau mungkin dalam seragam sederetan nisan
atau mungkin dalam pembebasan ala monitor 14 inci yang menawarkan hasrat pembangkangan, ala Levi's dan Nokia
atau dalam 666 halaman hikayat para biggot dan despot yang menari

Friday, November 2, 2012

Zaman Edan oleh Ronggowarsito

Pancen amenangi jaman edan,
sing ora edan ora kaduman.
Sing waras padha nggragas,
sing tani padha ditaleni.
Wong dora padha ura-ura.
Begjane sing eling lan waspada.
Ratu ora netepi janji,
musna prabawane lan kuwandane.
Akeh omah ing ndhuwur kuda.
Wong mangan wong,
kayu gilingan wesi padha doyan rinasa
enak kaya roti bolu.

Thursday, October 25, 2012

INNA LILLAHI WA INNA ILAIHI ROOJI’UN


Mengenang 40 Hari Wafatnya Almarhum:
Suratman
bin
Enjuh
Lahir : Bandung, 25 Juli 1959
Wafat : Bandung, 19 Juni 2012



Friday, October 19, 2012

3 Juni 2012


Aku terjebak
Sekali lagi dapat aku tebak,
Dalam asa yang terdapat dalam hasrat
Rasa yang tertanam
Aku telan dan aku muntah

Monday, February 6, 2012

23 des 2011


Bagaimana mungkin aku hilang bila aku masih saja berperan
Aku tahu aku lelah
Namun aku tetap saja lapar

Lihat sekitar ku tiada yang membosankan
Aku terjerumus, jatuh dan diperkosa
Wahai alam aku menari di ujung-ujung kehidupan